You are here:

Langkah Membentuk Wirausaha yang berdampak Pada Masyarakat  

WhatsApp Image 2022-09-09 at 01.25.26

Oleh Mohammad Adli

Kewirausahaan tak akan terlepas dari kehidupan, akan terus melekat dan menjadi salah satu proses interaksi sosial manusia. Kewirausahaan menjadi sebuah kegiatan yang dapat memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kebutuhan ekonomi. Apabila kita melihat lebih jauh memaknai perspektif kewirausahaan, kita akan mengetahui kewirausaan memiliki peran yang besar pada masyarakat dari zaman ke zaman. Maka dari itu ketertarikan saya pada kewirausahaan terus berlanjut hingga kini.

Dewasa ini, kewirausahaan telah berkembang diberbagai bidang tidak hanya mengandalkan keuntungan semata. Kewirausahaan atau sebuah bisnis kini dituntut untuk bisa berdampak baik untuk masyarakat dan juga bumi. Inovasi bisnis di era industri merujuk pada bisnis keberlanjutan (sustainable business), sociopreneurship dan inovasi green business yang bertujuan untuk meminimalisir dampak negatif bagi lingkungan maupun sosial agar generasi penerus nanti memiliki sumber daya yang memadai untuk memenuhi kebutuhannya.

Saya Mohamad Adli mahasiswa program studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), angkatan 2020. Saat ini kewirausaahan cukup andil dalam kegiatan keorganisasian saya di kampus mulai dari mengetuai Program Mahasiswa Wirausaha UNJ 2022, berperan di divisi Business Development dan operational director pada oraganisasi Entrepreneur Club hingga bergabung di himpunan mahasiswa pada department Entrepreneur.

Ditahun pertama kuliah, saya bertemu dengan komunitas wirausaha yaitu UNJ Entrepreneur Club yang membantu menemukan peluang kewirausahaan. Selain itu, saya telah membangun usaha minuman teh bunga telang bersama sahabat saya, dimana bisnis tersebut lolos di Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) UNJ 2020 dan berhasil didanai oleh kampus. Kini tahun 2022 saya sudah diamanahkan menjadi ketua PMW UNJ 2022.

Namun, usaha yang saya jalani belum sukses. Setelah melalui kegagalan saya paham bahwa membangun bisnis bukan sekedar menjual produk. Akan tetapi perlu banyak yang harus dirancang dalam sebuah business model. Terlebih pada saat saya mengambil courseSustainable Business Model Creation for Creative Industry” di Universitas Ciputra Surabaya pada tahun 2021. Pandangan saya memahami “Wirausaha” menjadi lebih luas dan mengetahui tujuan untuk mengembangkan usaha yang berdampak baik pada masyarakat dan juga lingkungan.

Pengalaman mempelajari bagaimana membentuk bisnis yang berkelanjutan, saya bawa untuk diadaptasi pada konsep Program Mahasiswa Wirausaha UNJ 2022. Tujuan konsep ini agar Universitas Negeri Jakarta dapat menyeleksi ide-ide wirausaha mahasiswa yang berdampak dan sustainable. Bisnis yang dibentuk oleh mahasiswa dapat selaras dengan 17 tujuan global yang dibentuk oleh PBB yaitu dikenal dengan nama Sustainable Development Goals (SDGs) yang dirancang pada tahun 2015 dan akan dicapai pada tahun 2030.

Mahasiswa ditantang untuk membentuk dan menganalisis wirausahanya agar dapat berdampak sosial maupun lingkungan sekitar. Maka dari itu, hal ini sebuah langkah dan alternatif mahasiswa Pendidikan Masyarakat (PENMAS) untuk melakukan pemberdayaan melalui konsep sustainable business, green business dan juga sociopreneurship yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui tujuan sosial, partisipasi karyawan dalam pemerintahan, serta keseimbangan antara nilai sosial dan finansial (Thompson dan Doherty, 2006).  Konsep tersebut dapat kita korelasikan dengan pembelajaran di PENMAS untuk memperdayakan masyarakat (empowerment) yang mengarah pada kemandirian masyarakat.

Kewirausahaan dapat kita kolaborasikan dengan keilmuan yang kita pelajari di prodi Pendidikan Masyarakat. Seperti pada pembelajaran mata kuliah Pendidikan Multiliterasi, hal ini pernah saya lakukan bersama dosen PENMAS Ibu Intan Purnama Dewi M.Pd dengan mengasah kreativitas warga Desa Cibuntu, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor membuat susu menjadi ’’chesse milk shake’’. Kegiatan dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam mensukseskan program Pendidikan Multiliterasi. Kegiatan ini membantu meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi masyarakat dengan pelatihan membuat susu menjadi ’’chesse milk shake’’ dilain sisi dapat dimanfaatkan oleh para warga menjadi peluang usaha baru.

Kewirausahaan akan terus berinovasi seiring berjalannya zaman, langkah yang kita lakukan sebagai mahasiswa Pendidikan Masyarakat perlu menyadari bahwa kewirausahaan tidak hanya mengandalkan “Profit” untuk diri sendiri akan tetapi ada yang lebih luas yaitu dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Saya tutup artikel ini dengan sebuah kalimat “Sebaik-baiknya manusia yang bermanfaat untuk sesama” mari bersama tumbuhkan semangat kalau bukan kita siapa lagi?.