You are here:

BAGAIMANA KAMI MEMFASILITASI MEREKA?

Gambar Prosesi Fasilitasi secara Daring

Untuk mencapai atas genteng, kita memerlukan sebuah tangga. Setelah mendapatkan tangga, kita sandarkan tangga tersebut pada tembok atau sandaran yang kokoh agar tidak terjatuh. Kemudian, kita mulai melangkah naik perlahan-lahan melewati setiap anak tangga. Hingga pada akhirnya kita sampai di atas genteng.

Itulah rencana. Tanpa adanya rencana, mustahil kita bisa mencapai tujuan yang kita inginkan. Sama seperti ilustrasi di atas, jika kita tidak memiliki rencana untuk mencari tangga lalu kita naik perlahan-lahan melaluinya, maka kita tidak akan pernah sampai di atas genteng. Dengan kata lain, jika memiliki tujuan sedang kita tidak mempersiapkan rencana-rencana untuk menggapainya, maka tujuan tersebut hanya akan menjadi angan-angan belaka.

Selain itu, jika dirinci lebih jauh, ternyata banyak manfaat yang akan kita peroleh jika kita memiliki sebuah rencana untuk menggapi suatu tujuan, di antaranya:

  1. Tujuan menjadi jelas dan terarah. Dengan rencana, akan mempermudah individu maupun kelompok menginterpretasikan tujuan yang hendak mereka capai. Selain itu, dengan rencana, langkah-langkah pemikiran maupun tindakan kita akan lebih terarah dan fokus terhadap satuan step by step. 
  2. Mampu mengidentifikasi awal berbagai hambatan maupun peluang, memalui perencanaan, kita dapat menyusun kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi dalam prosesi menuju tujuan. Entah itu hambatan maupun peluang. Dengan demikian, kita juga dapat lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan yang ada.
  3. Membantu pekerjaan menjadi lebih efisien dan efektif. Tentu, dengan langkah-langkah yang telah tersusun secara sistematis (yang dihasilkan dari prosesi perencanaan) maka akan mempermudah langkah kita untuk menuju tujuan yang diinginkan.   

Namun, yang menjadi pertanyaan besarnya sekarang adalah bagaimana menyusun rencana yang tepat? Menghadapi pertanyaan tersebut, kami melakukan suatu prosesi fasilitasi di mana kita berusaha untuk memberikan sedikit pengetahuan kami mengenai bagaimana menyusun rencana yang tepat dan baik itu.

Pada prosesi kali ini, kami berkesempatan untuk memberikan sebuah fasilitasi terhadap kawan-kawan mahasiswa. Sebagian besar proses fasilitasi kami, dilakukan secara daring (online). Hal ini dikarenakan, masih tingginya invasi pandemik yang terjadi di sekeliling kita yang membuat kita harus tunduk kepada berbagai ketentuan protokoler kesehatan yang ada. Ada beberapa kendala klasik khas kegiatan daring yang masih menjadi hambatan utama kami, mulai dari koneksi internet; ketersediaan kuota internet; hingga sulitnya mencari warga belajar yang siap baik waktu maupun tenaga untuk mendapatkan fasilitasi ini. Meskipun demikian, kegiatan fasilitasi ini dapat terlaksana dengan baik dan respon daripada warga belajar pun cukup baik.      

Proses fasilitasi ini kami awali tentunya dengan pembuiatan media pendukung daripada proses fasilitasi itu sendiri. Adapun media yang kami produksi kali ini adalah flyer dan brosur. Di mana, di dalamnya kami tuangkan dan sisipkan materi-materi fasilitasi yang hendak kami sampaikan. Setelah itu, kami mencari warga belajar yang memang siap waktu dan tenaganya untuk ikut dalam proses fasilitasi. Ada beberapa warga belajar yang menyatakan diri mereka tidak sanggup untuk mengikuti prosesi fasilitasi. Alhasil kami pun dengan pertimbangan ketersediaan waktu luang yang dimiliki oleh warga belajar, tetap melaksanakan fasilitasi dengan warga belajar yang ada. Kami menggunakan berbagai platform meeting yang digunakan dalam prosesi fasilitasi, seperti Zoom dan Google Meet.

Kemudian, sampailah pada kegiatan inti fasilitasi. Dalam proses fasilitasi, kami mencoba untuk berinteraksi aktif dengan warga belajar. Namun, yang namanya mencoba, pasti ada saja kegagalannya. Kami sadar proses fasilitasi kami cenderung kurang maksimal, karena ketidakmaksimalan interaksi yang terjadi. Karena jujur, banyak di antara fasilitator maupun warga belajar yang belum bisa mengeluarkan segala ide dan pemikirannya secara leluasa melalui media daring ini. Besar harapan kami tentunya agar dapat memaksimalkan lebh jauh lagi kesempatan-kesempatan berikutnya.

Pada akhirnya, apa yang telah kami sampaikan semoga dapat dipahami dengan betul baik oleh diri kami sendiri maupun warga belajar. Karena sekali lagi, tujuan tanpa rencana bagaikan menaklukan Amerika dengan sebilah tongkat (mustahil). Maka dari itu, rencana menjadi hal yang wajib bagi seseorang yang menginginkan tujuannya tercapai.

Lihatlah proses fasilitasi kami berikut!